Tampilkan postingan dengan label 2. profil wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2. profil wirausaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

Profil Wirausahawan di Bidang TI

Nama : Onno W. Purbo.

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 17 Agustus 1962

Negara Asal : Indonesia

Terkenal sebagai : Pakar dan Wirausahawan IT

Onno W. Purbo. lahir di Bandung, tanggal 17 Agustus 1962. Beliau adalah seorang tokoh yang kemudian lebih dikenal sebagai pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia. Beliau memulai pendidikan akademisnya di ITB (Institut Teknologi Bandung) pada jurusan Teknik Elektro tahun 1981. Enam tahun kemudian, beliau lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian beliau melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa PAUME.
RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang telah dilontarkannya. Beliau juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi media, seminar, konferensi nasional maupun internasional. Sebagai seorang pakar IT beliau telah menerima beberapa penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional seperti:

- 1992, masuk dalam buku ‘American Men and Women of Science’ R.R.Bowker, NewYork, Amerika Serikat.

- 1994, diberitakan dalam profil peneliti, Kompas 26 Desember 1994.

- 1996, menerima ‘Adhicipta Rekayasa’ dari Persatuan Insinyur Indonesia.

- 1997, menerima ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO).

- 2000, masuk dalam buku ‘Indonesia abad XXI: di Tengah Kepungan Perubahan Global’ editor: Ninok Leksono, Kompas.

- 2002, Eisenhower Fellow dari Eisenhower Fellowship, Amerika Serikat.

- 2003, Sabbatical Award dari International Development Research Center (IDRC), Kanada.

- 2005, Ashoka (Amerika Serikat)

- 2008, menerima Gadget Award Exclusive Appreciation, dari majalah Gadget.

- 2008, menerima IGOS Summit 2 Award, dari Menkominfo atas semangat dan perjuangan menyebarluaskan pemanfaatan open source di Indonesia.

- 2008, masuk dalam buku ‘Indonesia 100 innovators’ Business Innovation Center.

Jumat, 08 Oktober 2010

Profil Wirausahawan Muda Sulang

Dwiyoga Nugroho
Bilik kecil milik Mas Yudi mengajak Sulang mengenal dunia

Terdapat beberapa sektor usaha yang ada di Sulang tercinta. Perdagangan pangan, pakaian, perlengkapan perumahan, hiburan, bahkan pemberdayaan teknologi. Saya akan mencoba memaparkan satu dari beberapa varia usaha tadi. Yang lain saya minta temen-temen mau urun ide atau sekalian menulis saja tentang profil yang lain.

Tahun ini adalah pertamakalinya temen-temen tidak asing lagi dengan istilah internet. Lha emangnya kemarin ke mana aja? Bukan begitu maksud saya. Tahun 2008 ini adalah pertamakalinya, secara komersial, warga Sulang bisa menikmati fasilitas internet, dengan dibukanya MGN Internet milik mas Wahyudi (keren disebut Yudi Pendek). Berawal dari hobby utak-utik perangkat elektronik dan dibarengi jiwa wirausaha yang bagus, lajang bertahi lalat itu kini telah memberikan jembatan pada desa Sulang untuk mengenal dunia. Walau maya, namun hal itu telah membuat kita jadi gumregah untuk maju. Usaha mas Pendek berkembang pasti, up to date dan inovatif. Dari reparasi radio boto, pasrah ngetik, cetak foto sampai instalasi soft/hardware PC dan laptop bisa dikerjaan di warung eh workshopnya yang mungil berngaran MGN ELECOMP SULANG.

Sedikit promosi saja, kegiatan update data untuk Blog Sulang ini juga dibantu mas Pendek dengan memberikan fasilitas Free Charge alias gratis. Paling cuma ganti ongkos traktir di angkringan, he he he. Hal ini sangat menguntungkan kegiatan Blog Sulang. Waah wenak ya!! istilah kerennya, “Empat Sehat, Lima ra Perlu Ragat”. Mas Pendek juga merelakan workshopnya dipake buat kantor redaksi Blog ini. Apikan Tenan…

Bagi kanca-kanca yang masih belom percaya kalo sulang sudah melek media, silakan aja dibuktikan. Datang ke MGN Internet. Lokasinya, dari Rembang naik angkot menuju Sulang, sampai Sulang turun pasar Sulang, lalu tanya “Rental komputeripun mas Yudi Pendek sebelah pundi nggih ?” pasti semua tau, bahkan tukang blantik wedhus (dagang kambing) aja pasti tau, he he he.

Finally, secara khusus redaksi Blog Sulang mengucapkan terimakasih buat Mas Wahyudi yang telah memberikan fasilitas ini, Sulang kini jadi lebih colorfull dengan adanya Internet.

profil wirausaha (Pak Bagyo)

Profil Tokoh Wirausaha : Pak Bagyo - Kebun Asri - Cangkringan Sleman DIY


Pak Bagyo merupakan pensiunan BRI. Selama 30an tahun beliau bergelut dengan
bidang perbankan terutama konsentrasi bidang pelunasan kredit dan pembukuan.
Kedua bidang ini konon paling tidak diminati peniti karier di bank, tapi malah
beliau menganggap ini peluang untuk melejitkan kariernya.

Tahun 2000an menjelang pensiun, beliau berkomitmen terjun ke dunia wirausaha.
Pintu mulai terbuka ketika ada order (peluang). Dengan tanpa basa-basi
mengatakan "sanggup" untuk menangkap peluang itu. Kemudian jeli memanfaatkan
setiap peluang untuk mengembangkan usahanya. Bidang usaha yang digeluti ada 4,
sbb.:

1. Rental Tanaman
Tanaman di sewakan berdasar per titik (pot). Sewa tanaman sekitar Rp
30.000/bulan. Tiap 2 minggu, tanaman ditukar dengan tanaman baru yang masih
segar. Tanaman yang 2 minggu dalam ruangan dipanaskan lagi di kebun selama 3
minggu. Demikian rotasinya, agar tanaman tetap segar dan berkecukupan terhadap
kebutuhan sinar matahari (fotosintesa).
Kata beliau, bisnis ini yang paling rendah resikonya karena hanya konsentrasi
pada tenaga dan transportasi penempatan-pemulangan barang. Instansi biasanya
juga tidak siap untuk merawat tanaman, sehingga lebih senang rental saja.
Bisnis beliau ini merupakan leader di Yogya dan saat ini lebih dari 20 instansi
menjadi pelanggannya.

2. Pemasok sayuran di supermarket
Saat ini beliau adalah pelanggan tetap untuk memasuk sayuran di beberapa
supermarket di Yogya, Solo, dan Semarang. Sayur kebanyakan berasal dari sekitar
wilayah tinggalnya di Kecamatan Cangkringan Sleman. Namun karena kebutuhan yang
banyak, beliau mendatangkan sayur dari sekitar Dukun - Muntilan - Magelang.
Bahkan ada beberapa sayuran tertentu yang didatangkan dari Jakarta apabila
tidak musimnya.
Yang menarik, aktifitas bisnis ini mulai malam sampai pagi hari. Karena barang
harus sudah disetorkan ke supermarket jam 5 pagi. Jadi pengemasan sering
dilakukan tengah malam sampai dini hari.

3. Dekorasi Manten dengan tanaman/bunga asli
Keuntungan di bisnis ini mencapai 100%. Jadi bila harga order 10 juta,
keuntungan bersih 5 jt. Namun pekerjaan ini memerlukan ritme kerja yang berpacu
dengan waktu. Seperti kita tahu, gedung pernikahan biasanya dibagi menjadi 3
sesi, yaitu pagi-siang, siang-sore, dan petang-malam. Tiap sesi hampir pasti
bukan dari pemesan yang sama dan nuansa desainnya selalu berbeda. Padahal
pelaksanaan dekorasi harus dilaksanakan di tempat itu juga. Sehingga dalam
waktu yang singkat harus sudah selesai.
Tanaman/bunga asli sebagian berasal dari kebunnya, namun kebanyakan masih pesan
di Bandung atau bahkan dari luar negeri.

4. Pemancingan
Wilayah Cangkringan merupakan kaki gunung merapi yang melimpah mata airnya.
Sumber mata air ini sering dimanfaatkan untuk kolam ikan. Beliau juga membuka
bisnis pemancingan untuk para pemancing, warung dan pendidikan lingkungan.

Di samping bisnisnya ini, beliau melakukan 'subsidi silang' apabila melakukan
kegiatan sosial (gratis) seperti pendidikan lingkungan untuk anak sekolah,
ceramah wirausaha di kampus, dan melayani kunjungan studi banding dari
siswa/mahasiswa.
Beliau juga kadang melakukan pemberdayaan dengan masyarakat petani di
sekitarnya, namun kadang terkendala besar untuk mengangkat ke arah mental
wirausaha yang mengikuti kemauan pasar.
Beliau juga sering diundang mengisi pelatihan wirausaha untuk pegawai instansi
yang menjelang purna tugas (pensiun) di berbagai hotel di beberapa kota di
Indonesia.

Penemuan beliau yang paling fenomenal adalah Cangkokan model RS (Rahman
Subagyo), yaitu dengan cara menyayat kulit pohon (sampai kekayunya) dari bawah
ke atas, satu bagian saja. Sayatan itu dibungkus dengan tanah/kompos yang
dimasukkan ke dala plastik (ukuran wadah es lilin). sebulan kemudian akan
tumbuh akar.

Kalau kita mau ngangsu kawruh (belajar) ke sana, jangan sungkan dan ragu,
beliau sangat 'welcome' pada siapa saja yang mau sharing ilmu.

Slogan beliau : temukan peluang dulu, baru membuat barang sesuai pesanan.
Jangan sebaliknya, asyik membuat produk tapi tidak tahu dipasarkan dimana.

Semoga reportase ini bermanfaat.....

M Kundarto
http://mkundarto.wordpress.com

http://www.mail-archive.com/kendal-online@yahoogroups.com/msg04349.html

Profil wirausaha (Abdurrahman Rais)

PROFIL II
Nama : Abdurrahman Rais
Jenis Usaha : Jual Beli Emas
Alamat : Baledono Singodranan, Purworejo
Pendidikan terakhir : SMA

Abdurrahman Rais, lahir di Purworejo pada 28 november 1989. Dia adalah seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purworejo jurusan Pendidikan Matematika semester 1. Dia sekarang berwirausaha jual beli emas. Latar belakang dia berwirausaha adalah untuk membantu orang tua nya yang juga sebagai seorang wiraswasta, selain itu dia juga ingin hidup mandiri (belajar berwirausaha). Motif lain di membuka usaha juga keinginan dia untuk mencari penghasilan sendiri dan rencana jangka panjang dia ke depan. Modal yang dibutuhkan dia untuk membuka usahanya bukan dari modal uang yang besar, melainkan dari kepercayaan orang tua nya yang memberikan perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha tersebut. Proses transaksi usahanya adalah dari konsumen yang menjual emas kepada dia kemudian dia jual lagi emas tersebut kepada pengepul emas. Keuntungan yang dia dapat dari harga jual yang lebih tinggi dibandingkan harga beli emas tersebut dari konsumen. Sehingga rata-rata perharinya dapat mencapai angka di atas Rp 50.000,00. Namun kesulitan dari usaha ini adalah salah spekulasi dia saat transaksi dengan konsumen yang mengakibatkan harga jual lebih rendah dari harga beli. Usaha ini telah dia tekuni selama 1 tahun sampai sekarang.

http://blog.math.uny.ac.id/andy666/2010/01/18/profil-wirausaha/

Profil wirausaha (Sri Hartati)

PROFIL I
Nama : Sri Hartati
Jenis Usaha : Warung (sembako)
Alamat : Baledono Singodranan, Purworejo
Pendidikan terakhir : SMK

Sri hartati, lahir di Purworejo tahun 1979. Dia adalah lulusan dari sekolah menengah kejuruan dengan mengambil jurusan akuntansi. Sekarang dia bekerja sebagai seorang wirausaha (pedagang) dan mempunyai sebuah warung yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari (sembako). Latar belakang usahanya adalah dimulai dari ayahnya, H. Kaelani (alm) yang dahulunya adalah seorang pedagang keliling yang menjual dagangannya dari warung satu ke warung lain. Karena banyak dagangan yang masih tersimpan dalam rumah (gudang) yang belum dikelilingkan, maka beliau berinisiatif membuka sebuah warung, untuk menjual dagangan tersebut. Motif dari beliau membuka warung juga tidak lain adalah untuk menambah penghasilan karena beliau juga butuh biaya untuk anak-anak dan keluarganya. Modal yang dibutuhkan beliau saat itu bukan dari modal yang besar (uang/materi), saat itu beliau mengambil dagangan dari toko terlebih dahulu (stok barang), kemudian mengadakan perjanjian dengan toko tersebut dengan melunasi barang-barang tersebut apabila dagangan sudah terjual (jatuh tempo). Dengan memutarkan dagangan, beliau akhirnya mulai mendapatkan hasil. Warung beliau mulai mengalami kemajuan dan berkembang, sehingga beliau tidak lagi menjadi pedagang keliling. Setelah beliau meninggal, usahanya dilanjutkan oleh anaknya, Sri Hartati (faktor warisan/keturunan). Daripada mencari pekerjaan susah, ia melanjutkan usaha ayahnya yang sudah ada, sehingga dijadikannya usaha pokok dan akhirnya berkembang sampai sekarang. Rata-rata penghasilan perharinya dikatakan lumayan karena bisa mencapai angka diatas Rp 100.000,00. Warung tersebut telah berdiri selama 20 tahun sampai sekarang ini.

http://blog.math.uny.ac.id/andy666/2010/01/18/profil-wirausaha/